« Home 

Tuesday, July 22, 2003 

Salam satu jiwa,
suporter sepakbola Indonesia
!

Selamat datang,
dan sungguh merupakan kebanggaan bagi saya karena
mendapatkan hadiah kunjungan dari Anda.
Terima kasih untuk waktu dan atensi Anda !

Isi disusun menurut kronologis,
sehingga isi yang paling mutakhir tersaji
pada bagian paling atas
dari himpunan tulisan dalam weblog ini.

Dengan demikian, apabila Anda ingin
mengikuti secara menyeluruh bahasan yang ada,
Anda saya persilakan untuk “menyelam” terlebih dahulu,
atau membaca informasi yang paling awal
dan kemudian “naik ke atas” hingga tuntas di permukaan.

Apa pun pilihan Anda,
sekali lagi, saya ucapkan terima kasih
untuk atensi dan waktu Anda !
Semoga isi weblog ini bermanfaat bagi kita semua.

Hormat saya,

Bambang Haryanto

P.S. Apabila Anda berkenan memberikan tanggapan, kritik,
atau masukan, silakan jangan ragu untuk mengontak
ke e-mail saya : humorline@hotmail.com






ANDA HERO SUPORTER INDONESIA,
SAYA BANGGA MENGENAL ANDA :

BALASAN DARI
BAMBANG HARYANTO
UNTUK
RUDI “IDOER” PERMADI
ZALDY R.


DEAR SAM RUDI “IDOER” PERMADI,
Senang sekali saya mendapat dorongan dari Anda. Apalagi, sungguh surprise, hari ini saya seperti mendapat gelar “sir” dari ratu Inggris gara-gara saya kini, lewat Sam Rudi, saya kini resmi boleh dipanggil dengan sebutan “Sam”. Makasih banget untuk kehormatan yang telah Anda berikan,
saya makin merasa sebagai warga Malang, dan terutama juga saya bangga untuk persahabatan kita selama ini.

Makasih juga untuk infonya mengenai sejarah diluncurkannya milis ASSI.
Peristiwa ini adalah salah satu tonggak penting bagi sejarah perjalanan
ASSI masa kini, sokur pula untuk masa depannya. Mengenai membernya yang sudah 56 orang, bagi saya itu sudah prestasi besar. Para member tersebut, bagi saya, termasuk kelompok elit suporter Indonesia. Sebab mereka punya minat terhadap Internet, dan terutama punya minat untuk menyumbangkan sesuatu yang berguna bagi masa depan suporter sepakbola Indonesia. Itulah mengapa, mereka saya sebut sebagai hero, dan saya
berbangga bisa mengenal dan mengutip buah-buah pikiran mereka.

Sam Idoer, dalam naskah buku saya, tidak hanya satu kali saya sebut
keberadaan milis ASSI kita. Bahkan, setiap kali kontak dengan kenalan baru, selalu saya ajak mereka untuk meramaikan milis ASSI kita. Siapa menyusul ?
OK, sampai obrolan mendatang.


SAM ZALDY,
Gara-gara Anda ikut di Kuis Siapa Berani ?, membuat saya tidak memperoleh hadiah satu pun. Harap maklum, saya baru satu kali nonton kuis itu dan esoknya langsung bersaing sama Sam Zaldy, ya langsung keok.
Tak apa-apa. Tetapi saya senang dapat kabar dari Anda, bahwa kita-kita ini
pernah satu panggung dan disorot kamera. Suratkabar The Jakarta Post, edisi esoknya (karena heboh perang dua harimau Jakarta vs Bandung di kantin Indosiar dan tol Tomang) memuat pernyataan Helmy Yahya.
Kata Helmy, show kita para suporter itu ia nilai sebagai salah satu yang terbaik dari tayangan kuisnya selama ini.

Hal lain, mau nanya nih. Di kelompok Aremania, saat di Indosiar itu, apa Heru ikut ? Saya temu lagi sama Syaiful. Tetapi ketika saya mau minta alamatnya ia rada marah-marah. Habis, ia pernah aku mintai alamat saat aku temu di Solo, dan saat temu di Indosiar itu aku tinggal di Bogor. Tanya lainnya, aku ikut dipotret dengan spanduk (nama universitas) yang jadi sponsor Aremania, saat usai kuis, masih di dalam studio. Gimana caranya untuk memperoleh foto tersebut ?



ANDA HERO SUPORTER INDONESIA,
SAYA BANGGA MENGENAL ANDA :
TANGGAPAN DARI
RUDI “IDOER” PERMADI
ZALDY R.



RUDI PERMADI
Subject : RE: [assi-l] Anda Hero Suporter Indonesia,
Saya Bangga Mengenal Anda !
(14 Jul 2003)


(1) Sam Rudi Permadi, bukankah Anda yang meng-create pertama kali milis ASSI kita ini, bukan ? Ada cerita khusus sebelumnya dan tanggal berapa ia launching ? Kapan putranya lahir ? Apa bisa milih lahir tepat 11 Agustus 2003, tapi moga engga dibarengi datangnya kado meluncurnya Arema menyusul Persema, kan ?

=============

Sebelumnya, ayas ucapkan selamat atas rencana terbitnya buku Sam BH. Maaf kalo saya mulai memanggil Mas Bambang dengan sebutan Sam (Dibalik "Mas'), karena ayas sudah mengganggap Sam BH sebagai saudara kandung Arek Malang, yg memang pantas di panggil dengan "Sam".

Menjawab pertanyaan Sam BH di atas,
Kebetulan sekali betul, waktu itu sekitar 9 April 2001 dan saya masih tinggal di Atrakaj (Jakarta).
Ceritanya bermula dari betapa sulitnya menggalang komunikasi antar anggota ASSI sejak organisasi ini didirikan. Mengingat juga karena anggotanya yg tersebar di seluruh pelosok Tanah Air.
Saya dan Dannie (Rakhmadannie) yg kebetulan waktu itu juga lagi konsolidasi Aremania Atrakaj, sepakat untuk bikin milis ASSI ini. Dari milis ini juga akhirnya pertemuan pertama ASSI yg diwakili oleh masing2 kelompok supporter yg tinggal di Jakarta bisa diadakan di Sekretariat PSSI, Senayan.
Dari pertemuan itu tergagas untuk segera diumumkannya kepengurusan ASSI dan Rencana Kerja-nya.
Saat ini baru sekitar 56 orang, member milis ini, dan ayas berharap bisa lebih banyak lagi setelah buku Sam BH terbit nantinya. Itupun kalo Sam BH mau promosi sedikit mengenai milis ini....hehehe....

YG KEDUA:
Wah....Alangkah indahnya jika anakku bisa lahir bertepatan dengan lahirnya 'SINGO EDAN' , tgl 11 Agustus. Tapi semuanya itu merupakan rahasia Tuhan. Dan menurut itung-itungan Dokter, bayi akan lahir sekitar awal Oktober.
Dan kalaupun bakal dikado dengan terdegradasinya Arema, maka saya akan tetap terima dengan lapang dada. Sebagai Supporter sejati, kita harus tetap mendukung kesebelasan kesayangan dimanapun dan kapanpun. Tapi saya termasuk orang yg optimis kalo Arema bakal lolos dari degradasi, meskipun secara itung2-an matematik sudah tidak mungkin tertolong.

-idoer-



ZALDY R.
Subject :[assi-l] RE: Anda Hero Suporter Indonesia,
Saya Bangga Mengenal Anda !
(14 Jul 2003)

Terima kasih sebelumnya buat Sam Bambang sudah mengikutkan nama saya dalam e-mail Anda. :)
Saya cuman suporter AREMA biasa saja, yang diberi anugerah 'edan' nonton AREMA he3x. Saya tinggal ada di Lawang - Malang.
Oh ya, saya juga ikut Kuis Siapa Berani Antar Suporter lho!
Waktu itu saya dapat vcd. :)



ANDA HERO SUPORTER INDONESIA,
SAYA BANGGA MENGENAL ANDA :
BALASAN DARI BAMBANG HARYANTO
UNTUK
AGUNG CHRISNAYANTO,
HARIE PANDIONO,
TOTOK HARTOYO


Sam Agung,
Terima kasih untuk respons Anda. Ada pepatah, berlakulah seperti itik yang di atas permukaan nampak tenang, tetapi di bawah air ia mengayuh kakinya tanpa henti. Pepatah ini cocok dengan apa yang Anda kerjakan akhir-akhir ini, yang rada menghilang dari kancah milis ASSI, tapi ternyata punya rencana gawe besar : Aremania ingin menguasai daerah Warung Buncit sampai Jl. Monginsidi, dengan bersiap-siap me-launching Aremania Korwil Mampang. Dan acara besar Aremania lainnya. Moga acara Agustusan nanti, 11 Agustus (kan ?), sukses. Jangan lupa undang The Jakmania dan Pasoepati Jakarta.

Saya tertarik banget sama ide Agung mengenai wacana apa ada kaitannya antara perseteruan antarkerajaan di masa lampau, Majapahit vs Siliwangi (Perang Bubat ?), Kediri vs Singosari, Demak vs Pajang, dengan wajah perseteruan antarsuporter masa kini. Ide yang menantang, sebab Gary Armstrong dan Richard Giulianotti, pakar sosiologi sepakbola sohor, pernah nulis pula buku serupa. Isinya mengupas perseteruan antarklub dan tentu juga suporternya, di pelbagai Negara. Dalam naskah bukuku ada sedikit menyinggung pula, misalnya, perseteruan antara pusat (Madrid) vs daerah Catalunya yang pengin pisah dengan representasinya tim Barcelona. Di Italia, ada sentimen Utara vs Selatan, juga anti vs pro-neo Nazi, sementara di Skotlandia ada Kristen vs Katolik.
Moga-moga Agung sudi memperdalam isu menarik ini. Siapa tahu kelak kita bisa bikin proyek buku suporter, dengan banyak penulis, ya kita-kita ini. Saya yakin, banyak temen kita yang setuju.
Sekian dulu obrolan ini. Sampai jumpa.
Bambang Haryanto


Dear Sam Harie,
Makasih berat untuk dukungan sampeyan. Engga nyangka, aku telah mendapatkan dari Anda lebih buanyak dari yang saya harapkan. Tetapi, hal itu bukan kali ini saja lho. Sumbang saran dan pikiran cerdas Anda selama ini, bagi saya telah jadi katalis, unsur kimia penting yang mampu membuat apa-apa yang saya pikirkan tentang suporter, tentang sepakbola Indonesia, bisa tercetus dalam sesuatu aksi ini atau aksi itu. Tentu saja, termasuk rencana perampungan buku itu. Api dari Anda, dari Aremania, terus dicoba untuk dikipasi pelan-pelan, sokurlah ia masih menyala, dan semoga saya bisa menularkan semangat Anda dan juga Aremania lainnya kepada saudara-saudara saya lainnya, sesama suporter Indonesia.

Di buku itu, pada intinya, saya bangga banget bisa mencatat sana-sini kebaikan, yang mungkin terlewat dari para suporter Indonesia. Terima kasih untuk pelbagai saran teknis Anda, nanti akan saya kabarkan ke penerbit kalau sudah terjadi deal. Suatu saat nanti kalau saya perlu minta bantuan Anda, pasti akan segera saya kabarkan. Saya juga senang, harapan saya terkabul, bahwa sampeyan kini sudah naik pangkat. Salut dan sukses selalu.

Oh ya, mengenai e-mail berbahasa Jerman dan dari Jerman atau Argentina (?) untuk Arema di bawah ini :


Jemand hat für Arema eine Livecam-Botschaft in unserem System hinterlegt. Bitte schauen Sie in unseren Chat und rufen Sie diese dort ab.Video-Botschaften werden generell 48 Stunden gespeichert. zur LiveCam-Botschaft

Menurut saya kira-kira artinya :

Ada seorang cewek atas nama Arema telah menempatkan kamera live dalam system ini. Silakan Anda melakukan chatting atau menelponnya dari fasilitas ini. Rekaman videonya berdurasi 48 jam (? Whuah, dua hari dua malam ? -BH).


Catatan BH :Ayo tebakan, “Arema” di atas itu singkatan Arek Malang yang terkenal itu, ataukah barangkali ada cewek yang bernama indah, Arema ? Tapi, boleh kan ya, membayangkan cewek dikuntit kamera dan ditayangkan di Internet, lalu akan seperti apa adegannya. Apalagi ia terbuka di ajak chatting dan ditelpon. Waduh, kalau ngebet sama dia musti belajar bahasa Jerman dulu dong ya ? Wong Wonogiri ini ngaku mboten ngertos terusipun, Sam. Harap maklum !

Sekian dulu, Sam Harie. Sukses untuk Anda. Salam sayang, untuk Arema yang Ariel dan keluarga.

Bambang Haryanto


Dear Sam Totok Hartoyo
di Lembah Gunung Arjuna,
Salah satu hal ajaib dari Internet, yang aku paling suka, saya temui secara menakjubkan dari isi e-mail Anda. Dalam naskah bukuku, aku mengutip kata begawan manajemen masa lalu (moga Sam Harie masih belum lupa), Frederick Winslow Taylor, yang bilang, kalau ada masalah, tanyakanlah pada yang ahli. Kini, di era Internet, para yang ahli itu adalah kita-kita ini. Termasuk pula Sam Totok ini.

Surprise dan bahagia banget, info mengenai hal seluk-beluk penerbitan buku, “batu”-nya telah Anda lemparkan kepada saya. Tapi bukan Batu yang asri itu. Juga bukan batu =stone, tapi batu berupa pelajaran bagus dari Anda. Dari seseorang yang bertempat di lereng gunung Arjuna, di Pasuruan. Siapa mengira, ilmu pengetahuan sehebat itu justru muncrat indah dari sana ? Itulah ajaibnya Internet, the networked-intelligence, kalau mau kita bisa tersambung dengan banyak sekali pakar yang kalau tak ada Internet akan tersembunyi. (Silakan baca artikel, “Slemania Cabul, Somnolent….” di buku saya nanti). Potensi dahsyat ini, he-he, sayangnya justru malah ditakuti oleh birokrat-birokrat PSSI.

Oh ya, Sam Totok, bahasan mengenai politik praktis dan organisasi suporter, secara detil memang tidak ada dalam naskah buku saya. Tetapi saya sempat singgung pula masalah independensinya Aremania (yang di masa reformasi konon mau diperalat fihak tertentu untuk menggempur mahasiswa, tapi gagal) dibandingkan dengan pola organisasi suporter lainnya. Ini hanya merupakan laporan isi diskusi para suporter di Jakarta, 12 Juli 2000 lalu.

Bab politik praktis menyerbu ke organisasi suporter, menurut saya, bolehlah dicoba. Asal perilakunya santun, bukan tindak anarki, saya kira OK-OK saja. Menurut saya, kelompok suporter itu mirip segenggam pasir di mangkok. Kayaknya bersatu, tapi nyatanya terdiri atas individu-2 yang beragam, yang tidak seragam. Waktu Aremania ikut Kuis Siapa Berani, di Indosiar (saya ikut membela ASSI), di antara wakil Aremania itu di punggung kaosnya kan ada alamat URL-nya AremaniaCyber., bukan ? Ternyata ada sebagian yang menutup data URL itu dengan lakban……….entah kenapa.

Yang saya terus cemaskan, mungkin tak terasa cengkeramannya selama rejim ini, adalah justru masih kentalnya budaya militerisme ; yaitu norma-norma militer yang dipakai dalam komunitas sipil, termasuk suporter. Dalam militerisme kan tak ada dialog, mutlak-mutlakan, semua solusi yang ada hanyalah kekerasan. Merujuk hal ini, yang membuat saya terpesona dengan filosofi yang ditularkan dulu Aremania (perkara tindakannya kini, hal lain ?), adalah niatnya untuk merelatifkan kalah dan menang, pendeknya sportivitas. Bagi saya, inilah pilar dasar demokrasi Jadi menurut saya, politik dalam suporter, Yes ! Militerisme dalam suporter, No ! Berlusconi juga memakai AC Milan untuk mendukung sukses karier politiknya, bukan ? Tapi ya, berpolitik di negara semaju Italia ya belum bisa dibandingkan dengan yang terjadi di negeri kita.

Makasih Sam Totok, atas koreksi anda mengenai nama Ovan Tobing. Saya rada terkicuh dengan nama Ivan “Ultras” Syahrul.

Sekian dulu obrolan balik saya.

Bambang Haryanto




ANDA HERO SUPORTER INDONESIA,
SAYA BANGGA MENGENAL ANDA ! :
TANGGAPAN DARI
AGUNG CHRISNAYANTO,
HARIE PANDIONO,
TOTOK HARTOYO


AGUNG CHRISNAYANTO
(12 Jul 2003)


Salam Mas Bambang,
Salut atas usaha mas Bambang, dan terus terang saya belakangan ini agak "sibuk", karena mempersiapkan deklarasi Arema Korwil Mampang, Jakarta, yang rencananya tanggal 10-Agustus-2003, dan silaturahmi Akbar Arema Jabotabek, yang akan digelar pada tanggal 07-September-2003.
Sekalian ini juga sebagai undangan untuk datang pada acara Deklarasi Arema Mampang itu, kalau ada kesempatan.

Dan sekedar usul, dalm buku mas Bambang coba di analisa, apakah ada unsur sejarah (Sejarah Indoenesia Lama, seperti Majapahit dg. Siliwangi ; Kediri dg.Singosari, Demak dg. Pajang dll) yang mempengaruhi kenapa kelompok supporter Indonesia susah untuk bersatu.
itu aja usul dari aku mas, soalnya saat ini aku juga mencoba melakukan analisa dan "menghubungkan" hal tersebut.

salam,

agung chrisnayanto
Arema Jakarta


Harie Pandiono (1)
(12 Jul 2003)


To :Mas Bambang
From: Sam Harie Pandiono (Aremania Sumbawa)

Ada dua bangga:

1. Saya bangga di panggil Sam, karena panggilan "Sam" baik dari sesama Aremania maupun supporter lain menunjukkan bahwa saya (yang dipanggil) betul2 memahami karakter Aremania dan diakui sebagai ke-Arek-Malang-annya. Terima kasih mohon jangan sampai lewat menuliskan "Sam" dibuku sampean.

2. Saya bangga kenal sampean dan punya saudara seperti anda, saudara tidak harus terlahir satu rahim namun satu jiwa, satu perjuangan satu hati akan lebih kuat dan mengakar sampai ke relung yang paling dalam.

Sudah saya forward email ini ke milis arema-l@yahoogroups.com karena nawak2 (teman2) Aremania harus bangga membacanya.

Dengan BANGGA pula saya jawab pertanyaan sampean:
(4) Sam Harie Pandiono, apakah Anda masih di Mataram, NTB, atau kini sudah naik pangkat dan tinggal di Jakarta ? Gimana, si Ariel, apa sudah bisa bikin bahagia untuk papa dan mamanya ? Salam.

Saya masih tinggal dan NTB, Sumbawa. atau kantor saya di PT Newmont Nusa Tenggara, Jl. Sriwijawa 258, Mataram NTB, apartement saya di Jl. Lr. Neem 356, Townsite, Sumbawa Indonesia. Amin, saya barusan naik pangkat menjadi General Supervisor (GenSup) AP/AR, Banking & Tresury pada 17 Maret 2003. Sebenarnya pusing dan bangga naik pangkat karena saya harus membawa keluarga tinggal di Sumbawa. "Naik pangkat kok pusing ??", bukan pusing karena pekerjaan atau diikuti keluarga tapi pusing dengan bekerja 5 hari dan libur 2 hari waktu yang sangat sempit buat saya untuk bisa terbang nonton pertandingan AREMA di Gajayana Malang. Bangga, karena dipercaya menduduki posisi penting meskipun sibuk dengan memikirkan Arema. Padahal cita2 saya dengan bekerja 10 hari dan libur 4 hari, akan lebih senang sebab bisa ngajari anak saya (Arema Ariel) bagaimana tata cara hidup yang sportif (= demokrasi). si Arema Ariel (panggilannya Arema) sudah bisa ngomong minta "maem", lucu dan bikin geregetan, suaranya keras kalau nangis bikin orang sekampung sewot. Yang lebih penting lagi kalau rewel mau dininabobokan baru bisa bobok setelah dinyanyikan lagu khas Aremania (sejak diperut memang sudah saya nyanyikan lagu ini), lagunya antara lain "Kami ini Aremania, Kami slalu dukung Arema, dimanapun berada kami selalu ada karena kami Aremania", satunya "Bantai lawanmu, di Kandang Singa, Aremania mendukungmu". Nach lagu ini berulang-ulang saya nyanyikan juga dinyanyikan oleh Mamanya, juga kami sering stel VCD Aremania dan albumnya AREMA VOICE sejak di perut hingga sekarang ini.

Beberapa bulan ini saya sedih memikirkan nasib Arema (Arema F.C.) karena ketar-ketir tiap pertandingan menunggu hasilnya, sebab perkiraan saya berat Arema untuk bertahan di Divisi Utama apabila kalah terus. Arema buat saya adalah icon, kalau dimeeting-meeting dengan Manager Nasional dan Expat (Senior Manager dari USA, AUSTRALIA dan negara lain) saya selalu diolok-olok karena prestasi Arema yang sedang jeblok. Kadang ada rasa malu dan sedih namun tetap berusaha tegar dalam menghadapinya.

Salut dan bangga ada buku tentang supporter Indonesia, perlu gebrakan memang untuk mewujudkan impian. Saya ingin membantu memasarkan di NTB kalau diijinkan, mungkin juga akan menjualkan ke teman2 di sini sebab kami jauh dari Kota Informasi karena harus menyeberang ke Mataram untuk membeli buku. Saya yakin dengan nama saya ada dibuku itu pasti teman2 tertarik untuk membelinya, disamping memang isinya patut dibaca oleh insan bola mania demi perkembangan dan kemajuan sepak bola Indonesia. Kalau perlu pas lounching saya datang apabila diberitahu sebelumnya.

Saran saya, cover warnanya dicetak yang menarik terdiri dari segala unsur warna (nach bingung kan), ada baner, foto, bendera, icon2 lain yang membawa klub dan supporter di Indonesia, juga comment dari supporter asing tentang supporter Indonesia. Tujuan dibuat lebih menohok PSSI tentang prestasinya yg memble dan organisasinya yang amburadul, diangkat dengan jelas citra supporter indonesia sebagian besar, dibeberakan pula sebagian kecil yang masih susah diatur. Perlu juga diangkat mafia pengatur pertandingan (sebagai snap shoot).

Kalau perlu bantuan dari saya tentang yang telah saya ketahui mohon dikirim lewat email dalam waktu terbataspun saya lakukan demi Supporter Peace Indonesia.

Selamat dan Sukses, teruskan perjuanganmu !! Damai Supporter Indonesia.


Harie Pandiono (2)
(12 Jul 2003)


Dulurku
Ini juga ada email saya bingung artinya, bisa bantu nggak ya.
Salam satu jiwa

"Nadja Weber@web.de"
wrote:

Hallo,
Jemand hat für Arema eine Livecam-Botschaft in unserem System hinterlegt.
Bitte schauen Sie in unseren Chat und rufen Sie diese dort ab.
Video-Botschaften werden generell 48 Stunden gespeichert.
zur LiveCam-Botschaft


Regards,
Harie Pandiono P.


Totok Hartoyo (1)
(11 Jul 2003)

Sam Bambang,

Pertanyaan untuk saya, saya memang Aremania, korwilnya
Aremaniacyber. Satu kandang sama Sam Zaldy, Sam Harie
Pan, Sam Rudi Per, dll

Kalau tidurnya saya di RS- Jiwa Sumber Porong, lawang,
Kab. Malang. Kerjanya di LSM Pendampingan Masyarakat.
Namanya Yayasan Kaliandra Sejati. Letaknya di Desa
Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kab-Pasuruan. Di lereng
gunung Arjuna.(Kalau Inul Daranista rumahnya di
Japanan, Kecamatan Gempol, Kab Pasuruan LOL )

Jarak dari rumah ke tempat kerja sekitar 45 menit naik
sepeda uduk. Jadi saya tiap hari jadi pelintas batas.

Demikian, saya belum baca dan meresapi keseluruhan
outline buku sampeyan, jadi belum banyak komentar.
Tapi saya usahakan sore ini bisa kirim komentar.

Salam dari Padepokan Arjuna,
Totok Hartoyo


Totok Hartoyo
Subject :Inul Daranista hingga buku
(11 Jul 2003)


Sam Bambang,
Sebelum lupa nama Ivan Tobing dalam bab 8 buku anda,
kalau yang dimaksud adalah “orang yang mampu
mengendalikan masa Aremania” nama sebenarnya adalah
Ovan Tobing. Keturunan Batak yang mulai dari kecil
sudah di Malang.

Karir awalnya sebagai penyiar radio dan suaranya sudah
familiar bagi semua Aremania. Ketika Malang masih
sebagai barometer music rock, hanya ovan tobing yang
mampu mengendalikan masa. Kemampuan verbalnya sangat
bagus dalam mengendalikan emosi aremania.

Mungkin perlu anda masukkan juga perkembangan
kreativitas bersepak bola sebagai permainan (termasuk
olah raga apa bukan yaa) yang paling populer. Kalau
dilihat kenyataannya anak- kecil-kecil tidak pernah
mempermasalahkan jumlah pemain. Ada berapa saja teman
terkumpul ya oke saja. yang penting bisa sama-sama
senang nendang bola, berlari dan berguling-guling di
lapangan (yang kadang makin berlumpur makin senang)

Akhirnya ketika populasi tanah jawa meningkat lapangan
makin mengecil sehingga anak-anak cukup bermain bola
di halaman balai RW saja.

Kalau di Basket ada 3 on 3, saya yakin terjadi bukan
karena keterbatasan lahan. tetapi yang seperti kita
lihat di Pasuruan sepak bola plastik lapangan kecil.
Memang karena lapangan besar yang biasanya tanah
ganjaran atau bengkok desa, sudah di tukar guling oleh
investor . Sehingga hanya bisa main di lapangan
seadanya.

Kalau di desa tempat aku kerja, kejadiannya karena ada
1 faktor lagi, yaitu kontur tanah pegunungan yang
miring sehingga sulit mendapatkan tanah lapang yang
luas. Jadi tanah lapang kecil cukup untuk bermain
bola. Sepak bola plastik lapangan kecil semula
pemainnya 7 orang termasuk kiper. Dirasa terlalu
banyak dikurang menjadi 5 orang termasuk kiper. Luas
lapangan rata-rata seluas lapangan tennis saja.

Soal euforia. Mungkin anda ingat awal memasuki tahun
2003. Listrik, BBM naik harganya. 2 hal ini sangat
berarti untuk mengajak harga sembako ikut naik.
Praktis masyarakat resah.

Ketika masa orde baru, sebelum ada keresahan yang
nampak karena munculnya suatu kebijaksanaan, biasanya
telah dipersipakan terlebih dahulu penyalurannya. Bisa
SDSB, Bisa PORKAS bisa hal-hal lain yang bersifat
lokal.

Kejadian kemarin, kemunculan Inul Daranista yang
seharusnya bisa menyalurkan keresahan masyarakat
ternyata di tekan juga oleh para kyai. Diikuti oleh
Rhoma Irama si Raja Dang dut.( Tergusur ya tergusur
aja, gak pakai membuat gerakan) Kalau gak salah centro
campo si Dick doang sempat pakai inul ( apa bener
demikian, saya gak lihat langsung hanya katanya inul
sempat ngebor di stadion dalam suatu pertandingan)

Suporter sepak bola euforia juga. Potensial sekali
digunakan sebagai alat politis. Memang, para pentolan
suporter sudah benar-benar berikrar untuk tidak
bersentuhan secara langsung dengan dunia politik.
Tetapi secara tidak langsung efek euforia tetap bisa
dijadikan azaz dinamika politik di negeri ini.

Sepintas saya melihat dari outline buku anda, topik
ini belum masuk.

Ada hal kecil yang saya tahu tentang buku. Ketika
penerbit minta draft dalam bentuk hard print saya
pikir lebih bisa disyukuri. Komentar saya, malah sulit
di bajak. Print di kertas hvs warna biru. Jadinya
kalau di fotocopy gak akan bisa. Di scan juga sulit.
kalau dalam bentuk disket, kan mudah saja untuk
digandakan.

Hitungan buku, harga jual adalah 3 x biaya cetak.
Perkiraan saya buku anda dengan (maksimal )1000
halaman biaya cetak ( harga kertas, ongkos cetak,
editing, layout, redaksional) sekitar Rp 15.000,-
(ukuran buku setengah folio, kertas hvs, sampul art
paper 250 gram,15 % halaman full colour/foto) Maka
bisa dipastikan harga jual ( bandrol) yang tercetak di
buku adalah Rp 45.000,-

Hitungan ini karena sekitar 60 % (dari harga Rp
45.000,-) akan habis di distribusi. Toko buku mendapat
sekitar 40% , 10 % biasanya sudah diberikan kepada
pembeli buku sebagai diskon khusus. Seedangkan anda
dan penerbit hanya dapat ( 40 % - 33 % ) sekitar 7 %
saja.

Biasanya penerbit akan memberikan royalti. Hitungannya
sekian rupiah dari jumlah cetak. (orientasi hitungan
tetap seperti diatas) Penulis akan tetap pada pihak
yang tidak enak. Karena hanya penerbit yang tau berapa
jumlah cetak. Biasanya 25 % royalti diberikan di awal,
50 % ketika sudah tercetak, 25 % ketika sudah habis
terjual.

Mungkin sedikit yang saya tahu dan mungkin berguna
bagi anda.

Salam dari Padepokan Arjuna
Totok Hartoyo



ANDA HERO SUPORTER INDONESIA,
SAYA BANGGA MENGENAL ANDA !


Salam damai suporter Indonesia,
Subjek : Anda Hero Suporter Indonesia, Saya Bangga Mengenal Anda !

Moga anda semua senantiasa sehat dan sejahtera. Makasih untuk Sam Rudi atas tegurannya, juga makasih untuk Sam Totok Hartoyo atas ceritanya yang menarik. Sebelum kelupaan, gimana kabarnya Antho The MaczMan di Fakfak yang konon kalau mau mengakses milis ASSI harus terbang (?) dulu ke Biak. (Sorry, Antho, aku engga punya peta Papua, jadi belum bisa membayangkan betapa berat perjuanganmu untuk akses milis ASSI). Belum lagi, bila berminggu-minggu terakhir ini milis ASSi dilanda sepi-sepoi. Moga Antho engga kapok ya ? E-mailmu 1 Juni lalu telah aku terima dengan baik, dan kepalaku diam-diam mungkin bertambah diameternya…..Semoga sukses menjadi “missionaries”, menyebarkan agama “The MaczMan” yang antianarki, terlebih belakangan ini Mattoangin rada bergolak.

Untuk Sam Totok, yang kini jadi Silvio Berlusconi-nya Pasuruan, alias naik pangkat sebagai konglomerat tim sepakbola plastik, rupanya ide serupa juga menyebar. Sesudah tim The Jakmania main di Solo memukul tim Pasoepati, 13 -10, maka beberapa hari berikutnya sepakbola plastik 3 on 3 itu telah berlangsung pula di jalanan, depan rumahku di Wonogiri. Penyelenggaranya, adikku yang cewek, termasuk menyediakan lima hadiah. Yang main ada yang aksinya mirip Mia Hamm, Milene Dominges, atau, Muthia Datau yang istri aktor lama Herman Felani (asal Makassar) dan saya pernah tonton sedang menjadi kiper tim Buana Putri di Stadion Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta di tahun 80-an. Ada kiper cewek lainnya, yang ini terkenal dari Solo, namanya Nina Tanjung. Kini istrinya Akbar “Bulogate II” Tanjung. Pendeknya, yang bertanding di stadion depan rumahku itu ada 12 tim cewek, termasuk ibu-ibu. Ada yang pakai nama Juventus, tapi lawannya Sri Asih….. OK, moga turnamen made in Sam Totok sukses adanya. Ditunggu kabar berikutnya lho…

Kabar lain : saya mau minta ijin kepada semua sobat yang telah menulis di milis kita ini, bahwa ada beberapa tulisan atau komentar Anda yang akan saya kutip dalam (calon) buku saya. Terutama isi diskusi yang dulu dipicu oleh postingnya Benny Hendityas yang akhirnya mampu ikut pula mendorong kompetisi LI jadi satu wilayah. Masih ingat ? Di situ ada hero-hero saya, selain Benny, ada Aldi (komentar Aldi lainnya tentang spanduk “Jadilah Kamu Pemersatu”, juga saya kutip), Dwi Narwanto, Agus Rachmat, Zaldy, Dedi Rosadi, di mana iuran pendapatnya menarik semua.

Hero saya yang lain adalah Sam Rudi sendiri (kalau Anda tak bikin milis ASSI, saya tak bakal punya “lapangan hijau” untuk menulis, dan kini dikumpul-kumpul, ditambah bumbu sana-sini, kok ya akhirnya bisa jadi naskah calon buku !”), lalu Dannie (komentar temennya Oga Sawala bahwa “Aremania lebih hebat dibanding suporter Jepang atau pun Serie A”, juga saya kutip dengan ikut bangga !), Ahmadun dan H. Mulyadi plus Pilus (Ultras), Cecep Nugraha, Sam Ponidi Thembel (kini ia pangkatnya tinngi, yaitu Ketua X – Forum Suporter Jawa Timur), Sam Harie, Ivan Syahrul, Iqbal, Feri Istanto, Yudho Wasono (“Feri, boleh saya tahu tepatnya tanggal Yudho meninggal ? Makasih”), juga Taufik Ismail (“ ini warga Pasoepati Jakarta, asal Wonogiri, yang waktu Kuis Siapa Berani masuk tim ASSI, ia rebut hadiah tape recorder, bulan Mei lalu telah meninggal. Hallo, Pasoejak, bisa kirim info tanggal tepatnya Taufik meninggal, juga dimakamkan di mana tepatnya ?”).

Pertanyaan penting lainnya dan mohon balasan dari yang berkepentingan :

(1) Sam Rudi Permadi, bukankah Anda yang meng-create pertama kali milis ASSI kita ini, bukan ? Ada cerita khusus sebelumnya dan tanggal berapa ia launching ? Kapan putranya lahir ? Apa bisa milih lahir tepat 11 Agustus 2003, tapi moga engga dibarengi datangnya kado meluncurnya Arema menyusul Persema, kan ?
(2) Sam Totok Hartoyo, apakah anda berlabel Aremania yang tinggal di Pasuruan ? Deket kampungnya Inul ?
(3) Dedi Arek Pasisir, Anda itu suporter mana dan apakah kini tinggal di Jakarta ? E-mail anda dullu tentang penulis bola dari Afrika Selatan, masih saya inget.
(3). Sam Zaldy R., apakah Anda Aremania tapi tinggal di Jakarta ?
(4) Sam Harie Pandiono, apakah Anda masih di Mataram, NTB, atau kini sudah naik pangkat dan tinggal di Jakarta ? Gimana, si Ariel, apa sudah bisa bikin bahagia untuk papa dan mamanya ? Salam.
(5) Dwi Narwanto, apakah Anda suporter Persijap, tinggal di Jakarta ? Kalau saya tak salah inget, rasanya dulu juga ada Dwi Narwanto, tetapi Pasoepati Jakarta. Mungkin orang yang berbeda ya…
(6) Berikut, nama-nama yang pernah aktif di milis ASSI. Siapa yang belum terdaftar, atau saya salah tulis data, mohon kirim komplain dan koreksi pada saya. Nama-nama anda, nama kelompok suporter, dan domisili Anda, ingin saya masukkan ke dalam daftar hero di buku saya. Antara lain, Agung Chrisnayanto (Aremania, Jakarta), Agus Rahmat (Viking Jabotabek), Aldys (The Jakmania), Benedictus Hendityas Novi (Slemania), Cahyo Nugroho (Pasoepati, Solo), Dedi Arepas (Jakarta), Dedi Rosadi (The Jakmania, tinggal di Bali), Dwi Narwanto (Persijap), Feri Istanto (Slemania), Harie Pandiono (Aremania, Nusa Tenggara Barat), Julianto Izhak (The MaczMan, tinggal di Fakfak), Totok Hartoyo (Aremania, Pasuruan), Ocha Alim (The MaczMan, Makassar), Zaldy R. (Aremania). Siapa nyusul ?



Saya mohon doa restu Anda semua, moga proyek buku itu lancar. Ada ganjalan, rada bikin gondok plus bingung, karena banyak penerbit Indonesia itu “mendua” dalam menangani naskah dan teknologi informasi. Coba, penerbit itu menerbitkan buku-buku komputer, punya situs web dan punya pula account e-mail, tetapi kalau penulis kirim naskah TIDAK BOLEH/MEREKA TIDAK MENERIMA dalam bentuk bits, digital. Mereka tetep memaksa penulis harus pakai atom, kertas, yang bulky, berat, lamban, makan waktu itu…..

Sekadar mengobrol, bagi-bagi keluhan (he-he) dan wawasan, kalau pakai e-mail paling banter pengiriman naskah saya itu menghabiskan biaya tak sampai 10 ribu. Waktunya paling lama juga 1 jam di warnet.. Tetapi kini, untuk menuruti prosedur penerbit yang kuno tersebut, ya langkah saya harus melalui tahapan : (1) print naskah (naskah saya sekitar 600 halaman, spasi ganda, mau nyaingin disertasi doktor atau bukunya Harry Potter terbaru , he-he… ), (2) fotokopi, dan (3) pengiriman a la snail-mail (pak pos) ; dimana total waktunya bisa 2-3 hari.

Kalau Anda baca bukunya Nicholas Negroponte, Being Digital, “buku teknologi informasi yang pada akhir buku membuat saya jadi menangis karena optimisme yang ia sebarkan”, betapa pergeseran transfer informasi dari atom (kertas/plastik) ke bentuk bits (digital) adalah suatu revolusi, gempa bumi berskala 10,5 skala Richter. Bayangkan 10,5 skala Richter !Tetapi, begitulah, di kalangan penerbit Indonesia, revolusi itu belum mampu menjangkau isi dada dan kepala mereka.

Mereka kalah, he-he, dibanding para suporter sepakbola Indonesia yang sudah terbiasa berdigital-ria, hingga jarak antara Pekanbaru, Fakfak, Pasuruan, Denpasar, Makassar, Jakarta, Bandung dan Wonogiri, dan bahkan Suwon dapat dijangkau dengan kecepatan cahaya, yaitu melalui milis kita ini. Semoga kita masih punya energi untuk terus mengidup-idupkan milis kita ini.


Hero suporter Indonesia lainnya dalam buku saya nantinya termasuk : Arif Irawanto, Aly, Ayek, Choirul Anam, Hendyk Kheteck, Ined Arief, Luthfie, Muhammad Noer W., Roji, Rus, Saiful A., Sam Paiton, Yani, Yanto dan Yuli Sugiarto (Aremania), Ferry Indrasjarief, Faisal Risa dan Sumardan (The Jakmania), Leo Nandang Rukaran, Agus Rahmat dan Eri Hendrian (Viking Jabotabek) dan Adie, Agus “Gigi” Yulianto, Didit Prayudi, Fajar Toto, Panji Kartiko, Ryan Adhianto (Pasoepati Jakarta), juga Mayor Haristanto (Pasoepati Solo). Tidak dapat ditinggalkan peran vitalnya adalah tokoh besar teramat sentral bagi perkembangan suporter sepakbola Indonesia, Sigit Nugroho dan semua wartawan Tabloid Bola. Kesemua saudara saya tadi, tiga tahun yang lalu, 12 Juli 2000, telah bersepakat menjadikan tanggal tersebut sebagai Hari Suporter Nasional. Spiritnya, keinginan untuk sama-sama memberi sesuatu bagi perkembangan sepakbola di negeri kita tercinta.
Moga semangat itu tak bakal padam.

Sekian dulu obrolan ini. Sukses untuk Anda semua. Mohon Sam Rudi, Aldi dan Agus Rachmat, bila berkenan, surat ini bisa Anda sebarkan juga lewat milis Aremania, The Jakmania, Viking, dan lainnya. Makasih berat atas atensi dan bantuan Anda semua yang baik hati.


Sobat Anda,
Bambang Haryanto
Wonogiri, 11 Juli 2003


P.S. Kalau anda penasaran dan ingin mengintip apa kira-kira isi calon buku saya, silakan simak di bawah ini. Kritik, saran, usulan, bila ada, saya tunggu.



Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati :
Kegilaan, Kebodohan, Kerakusan,
Kematian, Kebrutalan, Kebanggaan Sampai
Kegairahan dan Impian Jutaan Suporter Sepakbola
Sebuah Negeri Tanpa Prestasi
(Judul Sementara)

Oleh :
Bambang Haryanto


DAFTAR ISI


Ucapan Terima Kasih

Daftar Isi

Pengantar


1. SUPORTER TERHEBAT DI DUNIA


Telesuporter A la Duta Sangkrah 1

Mantra Dan Glory Night Pasoepati 2

The Great Train Robbery Versi Pasoepati 3

Semalam Menjadi Suporter Sonek 4

Julukan Pemain Pelita Solo 5

Pelita, Kami Patah Hati 6

Protes Topo Bisu Pasoepati 7

Award Pasoepati Diaborsi PSSI 8

Lagu Go West Dan Cinta Pertama 9

Pasoepati Za Mir, Pasoepati Za Druszba 10

Bawa Pulang Alya Rohali ! 11

Puisi Ibunda Pasoepati Untuk Kita Suporter Indonesia 12

Surtato dan Mayor, Berseberangan Sungai 13

Gita Empati Dari Aremania 14

Bantai Vs Banzai : Pasoepati Vs Aremania 15

Perang Pantun Pasoepati-Aremania Di Jakarta 16

Menaklukkan Kota Bonek, Popor Senjata Dan Bunga 16

Buat Apa Solo, Solo Itu Tak Ada Gunanya ! 17

Mel Gibson, Merangkai Cinta Makassar Dan Solo 18

Diplomasi Sticker A La Panser 19

Orang Sleman Warga Pasoepati 20

Membungkam “Bebek Mandi” Slemania 21

Slemania, Kembang Api, Salak Dan Cinta 22

Syal Ultras Memandu Langkah Di Mekah 23

Lagu-Lagu Sepakbola : Osama Pun Dipuja ! 24

Bercermin Kebencian Seorang Suporter Inggris 25

Anda, Suporter Sepakbola Terhebat Di Dunia ! 26


2. PASOEPATI BAYANGAN VS PASOEPATI JIN

Pasoepati dan Dongeng Sup Batu 27

Dari Konimex ke Kentingan :
Menggagas Obat Kuat Bagi Negeri Imajinasi Pasoepati 28

AD/ART Pasoepati : Peluang Atau Ancaman ? 29

Pasoepati Bayangan Vs Pasoepati Jin 30

Skandal Bojo Loro Dan Pasoepati 31

Mayor, Steve Jobs Dan Diktator Pasoepati ! 32

Berang-Berang, Serigala Dan Ikan Pasoepati 33

Rojomolo, Status Quo Dan Revolusi Pasoepati 34

Dongeng Serigala Muda Dan Pasoepati 35


3. DANSA TANGO PASOEPATI DAN MEDIA

Kode Etik FIFA, Kode Etik Pasoepati 36

Pasoepati Butuh Orang Aeng-Aeng 37

Dansa Tango Pasoepati Dan Media 38

Misi Di Balik Judul Tur Pasoepati 39

Jangan Berhenti Mengritisi Pasoepati 40

Anak Tiri ? 41

Bu Kasur, Bu Rolly, Dan Indahnya Kenangan Masa Anak-Anak 42

PERSIS, Pasoepati Dan Ekonomi Atensi 43

Sepakbola Solo, Mau Kemana Lagi ? 44


4. APA PAMRIH TERSELUBUNG ANDA DI PASOEPATI ?

Kiat Mengeruk Untung Dari Pasoepati 45

Etno Ensemble : Sukses Dari Kemelut Konflik Di Pasoepati 46

Pasoepati, Benalu Baru Industri Sepakbola Kita ? 47

Kuatirnya Stuart Bruce Dan Orientasi Baru Suporter Sepakbola 48

Pasoepati, Angsa Emas Kurus, Danau Beracun 49

Kuis Piramida : Apa Pamrih Terselubung Anda di Pasoepati ? 50


5. SEORANG SUPORTER DALAM KONTES IMPIAN

The Power of Dreams : Revolusi Budaya Suporter Sepakbola 51

Riri Riza, Dian Sastro Dan Dansa Suporter Indonesia 52

Mien R. Uno : Pendukung Aremania Atau The Jakmania ? 53

Penyesalan Suporter Diuji Seorang Susy Susanti 54

Memimpikan Glory, Memimpikan Mariko 55

Glory, Gladys, Maria, Dular, Ardian, Junaidi….. 56

Syuting Atau Tidak Syuting ? 57

Reuni Keluarga Honda di Senayan dan Balapan 58


6. KEKERASAN SUPORTER SAMPAI EQ JONGKOK

Kekerasan Suporter, Lemmings Dan Teori Broken Windows 59

Suporter Cash & Carry Dan EQ Jongkok 60

Sonny Corleone dan Gigitan Ular Berbisa 61

Padamu Negeri, Khas Pasoepati 62

The Day Indonesian Football Died 63

Kontroversi Pemberitaan Media Vs Kerusuhan Suporter 64


7. ENTERTAINER YANG TERLILIT UTANG

Suporter Sang Penghibur 65

Suporter Eropa Vs Suporter Indonesia 66

Mendukung Atlet Kita di Atlanta Via Internet 67

Lelucon Toko Antik dan Suporter Yang Terus Berutang 68

Kisah 18 Unta Dan Warna-Warni Cinta Suporter Sepakbola 69

Abdul Kadir Dan Suporter Berasuransi 70

Sang Kancil, Daniel Nivel, Beri Mardias Foundation ? 71

Suporter Merah-Putih, Kreasimu Ditunggu ! 72

Suporter Bunglon, Perlu Atau Tidak Perlu ? 73

A Familiar Stranger Antarsuporter 74

Children Wins Is Everybody Wins 75

Spice Girls Dan Lagu-Lagu Suporter Indonesia 76


8. EAT SUPPORTER, SLEEP SUPPORTER, DREAM SUPPORTER !

Hooligan, Delapan Dosa Suporter Kita Dan Efek Pygmalion 77

Syuting Bareng Ultras Sampai Kata Mutiara Asal Jepang 78

Ivan Tobing, John Lennon, Impian Karier Baru Seorang Suporter 79

Be All You Can Be ! 80

Eat Supporter, Sleep Supporter, Dream Supporter ! 81

Van Gogh, Horse Sense, Kreativitas Suporter Dan Linkin Park 82

Cakrawala Baru Cari Duit Pinter Cara Suporter 83

Negroponte, Arema Dan Museum Pasoepati 84

Sperma Demo, Suporter Menulis, Nasehat Bismar Siregar 85

Piala Tiger Di Solo ? Festival Aeng-Aeng Ada Di Solo ! 86

Antara Cabul, Somnolent, Dan Kapital Intelektual 87

Mbak Ira, Mas Eko, Mark Cuban Dan Suporter Basket Indonesia 88


9. HARI-HARI SEPAKBOLA INDONESIA MATI

Di Padang Ada Roma, Juga Onpas Seerbar-nya Hatta 89

Revolusi Subardi, Bom Benny, Konspirasi Di PSSI ? 90

Ketika Sepakbola Indonesia Hanya Lelucon 91

Satria Wirang, Dukun Dan Prestasi Sepakbola Indonesia 92

Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati 93

Maradona, M. Amien Rais, Utopia Prestasi Sepakbola Indonesia 94

Skandal Schumacher Dan Sepakbola Kita 95

Persebaya – Persipura, 0 – 12 ! 96

Order Burung Phoenix Dan Penghancuran Nama Perserikatan 97

Derita Kadir Dan Playstation 98

Merokok Dan Sepakbola 99

Kanjeng Sunan Stadion Manahan Sampai Ancaman Narkoba 100

PSSI, Jutaan Kera Dan Tuntutan Era Internet 101



Daftar Catatan

Daftar Pustaka

Indeks














Salam satu jiwa,
suporter sepakbola Indonesia !

Selamat datang,
dan sungguh merupakan kebanggaan bagi saya karena
mendapatkan hadiah kunjungan dari Anda.
Terima kasih untuk waktu dan atensi Anda !

Isi disusun menurut kronologis,
sehingga isi yang paling mutakhir tersaji
pada bagian paling atas
dari himpunan tulisan dalam weblog ini.

Dengan demikian, apabila Anda ingin
mengikuti secara menyeluruh bahasan yang ada,
Anda saya persilakan untuk “menyelam” terlebih dahulu,
atau membaca informasi yang paling awal
dan kemudian “naik ke atas” hingga tuntas di permukaan.

Apa pun pilihan Anda,
sekali lagi, saya ucapkan terima kasih
untuk atensi dan waktu Anda !
Semoga isi weblog ini bermanfaat bagi kita semua.

Hormat saya,

Bambang Haryanto

P.S. Apabila Anda berkenan memberikan tanggapan, kritik,
atau masukan, silakan jangan ragu untuk mengontak
ke e-mail saya : humorline@hotmail.com






ANDA HERO SUPORTER INDONESIA,
SAYA BANGGA MENGENAL ANDA :
BALASAN DARI
BAMBANG HARYANTO
UNTUK
RUDI “IDOER” PERMADI
ZALDY R.


DEAR SAM RUDI “IDOER” PERMADI,
Senang sekali saya mendapat dorongan dari Anda. Apalagi, sungguh surprise, hari ini saya seperti mendapat gelar “sir” dari ratu Inggris gara-gara saya kini, lewat Sam Rudi, saya kini resmi boleh dipanggil dengan sebutan “Sam”. Makasih banget untuk kehormatan yang telah Anda berikan,
saya makin merasa sebagai warga Malang, dan terutama juga saya bangga untuk persahabatan kita selama ini.

Makasih juga untuk infonya mengenai sejarah diluncurkannya milis ASSI.
Peristiwa ini adalah salah satu tonggak penting bagi sejarah perjalanan
ASSI masa kini, sokur pula untuk masa depannya. Mengenai membernya yang sudah 56 orang, bagi saya itu sudah prestasi besar. Para member tersebut, bagi saya, termasuk kelompok elit suporter Indonesia. Sebab mereka punya minat terhadap Internet, dan terutama punya minat untuk menyumbangkan sesuatu yang berguna bagi masa depan suporter sepakbola Indonesia. Itulah mengapa, mereka saya sebut sebagai hero, dan saya
berbangga bisa mengenal dan mengutip buah-buah pikiran mereka.

Sam Idoer, dalam naskah buku saya, tidak hanya satu kali saya sebut
keberadaan milis ASSI kita. Bahkan, setiap kali kontak dengan kenalan baru, selalu saya ajak mereka untuk meramaikan milis ASSI kita. Siapa menyusul ?
OK, sampai obrolan mendatang.


SAM ZALDY,
Gara-gara Anda ikut di Kuis Siapa Berani ?, membuat saya tidak memperoleh hadiah satu pun. Harap maklum, saya baru satu kali nonton kuis itu dan esoknya langsung bersaing sama Sam Zaldy, ya langsung keok.
Tak apa-apa. Tetapi saya senang dapat kabar dari Anda, bahwa kita-kita ini
pernah satu panggung dan disorot kamera. Suratkabar The Jakarta Post, edisi esoknya (karena heboh perang dua harimau Jakarta vs Bandung di kantin Indosiar dan tol Tomang) memuat pernyataan Helmy Yahya.
Kata Helmy, show kita para suporter itu ia nilai sebagai salah satu yang terbaik dari tayangan kuisnya selama ini.

Hal lain, mau nanya nih. Di kelompok Aremania, saat di Indosiar itu, apa Heru ikut ? Saya temu lagi sama Syaiful. Tetapi ketika saya mau minta alamatnya ia rada marah-marah. Habis, ia pernah aku mintai alamat saat aku temu di Solo, dan saat temu di Indosiar itu aku tinggal di Bogor. Tanya lainnya, aku ikut dipotret dengan spanduk (nama universitas) yang jadi sponsor Aremania, saat usai kuis, masih di dalam studio. Gimana caranya untuk memperoleh foto tersebut ?



ANDA HERO SUPORTER INDONESIA,
SAYA BANGGA MENGENAL ANDA :
TANGGAPAN DARI
RUDI “IDOER” PERMADI
ZALDY R.



RUDI PERMADI
Subject : RE: [assi-l] Anda Hero Suporter Indonesia,
Saya Bangga Mengenal Anda !
(14 Jul 2003)


(1) Sam Rudi Permadi, bukankah Anda yang meng-create pertama kali milis ASSI kita ini, bukan ? Ada cerita khusus sebelumnya dan tanggal berapa ia launching ? Kapan putranya lahir ? Apa bisa milih lahir tepat 11 Agustus 2003, tapi moga engga dibarengi datangnya kado meluncurnya Arema menyusul Persema, kan ?

=============

Sebelumnya, ayas ucapkan selamat atas rencana terbitnya buku Sam BH. Maaf kalo saya mulai memanggil Mas Bambang dengan sebutan Sam (Dibalik "Mas'), karena ayas sudah mengganggap Sam BH sebagai saudara kandung Arek Malang, yg memang pantas di panggil dengan "Sam".

Menjawab pertanyaan Sam BH di atas,
Kebetulan sekali betul, waktu itu sekitar 9 April 2001 dan saya masih tinggal di Atrakaj (Jakarta).
Ceritanya bermula dari betapa sulitnya menggalang komunikasi antar anggota ASSI sejak organisasi ini didirikan. Mengingat juga karena anggotanya yg tersebar di seluruh pelosok Tanah Air.
Saya dan Dannie (Rakhmadannie) yg kebetulan waktu itu juga lagi konsolidasi Aremania Atrakaj, sepakat untuk bikin milis ASSI ini. Dari milis ini juga akhirnya pertemuan pertama ASSI yg diwakili oleh masing2 kelompok supporter yg tinggal di Jakarta bisa diadakan di Sekretariat PSSI, Senayan.
Dari pertemuan itu tergagas untuk segera diumumkannya kepengurusan ASSI dan Rencana Kerja-nya.
Saat ini baru sekitar 56 orang, member milis ini, dan ayas berharap bisa lebih banyak lagi setelah buku Sam BH terbit nantinya. Itupun kalo Sam BH mau promosi sedikit mengenai milis ini....hehehe....

YG KEDUA:
Wah....Alangkah indahnya jika anakku bisa lahir bertepatan dengan lahirnya 'SINGO EDAN' , tgl 11 Agustus. Tapi semuanya itu merupakan rahasia Tuhan. Dan menurut itung-itungan Dokter, bayi akan lahir sekitar awal Oktober.
Dan kalaupun bakal dikado dengan terdegradasinya Arema, maka saya akan tetap terima dengan lapang dada. Sebagai Supporter sejati, kita harus tetap mendukung kesebelasan kesayangan dimanapun dan kapanpun. Tapi saya termasuk orang yg optimis kalo Arema bakal lolos dari degradasi, meskipun secara itung2-an matematik sudah tidak mungkin tertolong.

-idoer-



ZALDY R.
Subject :[assi-l] RE: Anda Hero Suporter Indonesia,
Saya Bangga Mengenal Anda !
(14 Jul 2003)

Terima kasih sebelumnya buat Sam Bambang sudah mengikutkan nama saya dalam e-mail Anda. :)
Saya cuman suporter AREMA biasa saja, yang diberi anugerah 'edan' nonton AREMA he3x. Saya tinggal ada di Lawang - Malang.
Oh ya, saya juga ikut Kuis Siapa Berani Antar Suporter lho!
Waktu itu saya dapat vcd. :)



ANDA HERO SUPORTER INDONESIA,
SAYA BANGGA MENGENAL ANDA :
BALASAN DARI BAMBANG HARYANTO
UNTUK
AGUNG CHRISNAYANTO,
HARIE PANDIONO,
TOTOK HARTOYO


Sam Agung,
Terima kasih untuk respons Anda. Ada pepatah, berlakulah seperti itik yang di atas permukaan nampak tenang, tetapi di bawah air ia mengayuh kakinya tanpa henti. Pepatah ini cocok dengan apa yang Anda kerjakan akhir-akhir ini, yang rada menghilang dari kancah milis ASSI, tapi ternyata punya rencana gawe besar : Aremania ingin menguasai daerah Warung Buncit sampai Jl. Monginsidi, dengan bersiap-siap me-launching Aremania Korwil Mampang. Dan acara besar Aremania lainnya. Moga acara Agustusan nanti, 11 Agustus (kan ?), sukses. Jangan lupa undang The Jakmania dan Pasoepati Jakarta.

Saya tertarik banget sama ide Agung mengenai wacana apa ada kaitannya antara perseteruan antarkerajaan di masa lampau, Majapahit vs Siliwangi (Perang Bubat ?), Kediri vs Singosari, Demak vs Pajang, dengan wajah perseteruan antarsuporter masa kini. Ide yang menantang, sebab Gary Armstrong dan Richard Giulianotti, pakar sosiologi sepakbola sohor, pernah nulis pula buku serupa. Isinya mengupas perseteruan antarklub dan tentu juga suporternya, di pelbagai Negara. Dalam naskah bukuku ada sedikit menyinggung pula, misalnya, perseteruan antara pusat (Madrid) vs daerah Catalunya yang pengin pisah dengan representasinya tim Barcelona. Di Italia, ada sentimen Utara vs Selatan, juga anti vs pro-neo Nazi, sementara di Skotlandia ada Kristen vs Katolik.
Moga-moga Agung sudi memperdalam isu menarik ini. Siapa tahu kelak kita bisa bikin proyek buku suporter, dengan banyak penulis, ya kita-kita ini. Saya yakin, banyak temen kita yang setuju.
Sekian dulu obrolan ini. Sampai jumpa.
Bambang Haryanto


Dear Sam Harie,
Makasih berat untuk dukungan sampeyan. Engga nyangka, aku telah mendapatkan dari Anda lebih buanyak dari yang saya harapkan. Tetapi, hal itu bukan kali ini saja lho. Sumbang saran dan pikiran cerdas Anda selama ini, bagi saya telah jadi katalis, unsur kimia penting yang mampu membuat apa-apa yang saya pikirkan tentang suporter, tentang sepakbola Indonesia, bisa tercetus dalam sesuatu aksi ini atau aksi itu. Tentu saja, termasuk rencana perampungan buku itu. Api dari Anda, dari Aremania, terus dicoba untuk dikipasi pelan-pelan, sokurlah ia masih menyala, dan semoga saya bisa menularkan semangat Anda dan juga Aremania lainnya kepada saudara-saudara saya lainnya, sesama suporter Indonesia.

Di buku itu, pada intinya, saya bangga banget bisa mencatat sana-sini kebaikan, yang mungkin terlewat dari para suporter Indonesia. Terima kasih untuk pelbagai saran teknis Anda, nanti akan saya kabarkan ke penerbit kalau sudah terjadi deal. Suatu saat nanti kalau saya perlu minta bantuan Anda, pasti akan segera saya kabarkan. Saya juga senang, harapan saya terkabul, bahwa sampeyan kini sudah naik pangkat. Salut dan sukses selalu.

Oh ya, mengenai e-mail berbahasa Jerman dan dari Jerman atau Argentina (?) untuk Arema di bawah ini :


Jemand hat für Arema eine Livecam-Botschaft in unserem System hinterlegt. Bitte schauen Sie in unseren Chat und rufen Sie diese dort ab.Video-Botschaften werden generell 48 Stunden gespeichert. zur LiveCam-Botschaft

Menurut saya kira-kira artinya :

Ada seorang cewek atas nama Arema telah menempatkan kamera live dalam system ini. Silakan Anda melakukan chatting atau menelponnya dari fasilitas ini. Rekaman videonya berdurasi 48 jam (? Whuah, dua hari dua malam ? -BH).


Catatan BH :Ayo tebakan, “Arema” di atas itu singkatan Arek Malang yang terkenal itu, ataukah barangkali ada cewek yang bernama indah, Arema ? Tapi, boleh kan ya, membayangkan cewek dikuntit kamera dan ditayangkan di Internet, lalu akan seperti apa adegannya. Apalagi ia terbuka di ajak chatting dan ditelpon. Waduh, kalau ngebet sama dia musti belajar bahasa Jerman dulu dong ya ? Wong Wonogiri ini ngaku mboten ngertos terusipun, Sam. Harap maklum !

Sekian dulu, Sam Harie. Sukses untuk Anda. Salam sayang, untuk Arema yang Ariel dan keluarga.

Bambang Haryanto


Dear Sam Totok Hartoyo
di Lembah Gunung Arjuna,
Salah satu hal ajaib dari Internet, yang aku paling suka, saya temui secara menakjubkan dari isi e-mail Anda. Dalam naskah bukuku, aku mengutip kata begawan manajemen masa lalu (moga Sam Harie masih belum lupa), Frederick Winslow Taylor, yang bilang, kalau ada masalah, tanyakanlah pada yang ahli. Kini, di era Internet, para yang ahli itu adalah kita-kita ini. Termasuk pula Sam Totok ini.

Surprise dan bahagia banget, info mengenai hal seluk-beluk penerbitan buku, “batu”-nya telah Anda lemparkan kepada saya. Tapi bukan Batu yang asri itu. Juga bukan batu =stone, tapi batu berupa pelajaran bagus dari Anda. Dari seseorang yang bertempat di lereng gunung Arjuna, di Pasuruan. Siapa mengira, ilmu pengetahuan sehebat itu justru muncrat indah dari sana ? Itulah ajaibnya Internet, the networked-intelligence, kalau mau kita bisa tersambung dengan banyak sekali pakar yang kalau tak ada Internet akan tersembunyi. (Silakan baca artikel, “Slemania Cabul, Somnolent….” di buku saya nanti). Potensi dahsyat ini, he-he, sayangnya justru malah ditakuti oleh birokrat-birokrat PSSI.

Oh ya, Sam Totok, bahasan mengenai politik praktis dan organisasi suporter, secara detil memang tidak ada dalam naskah buku saya. Tetapi saya sempat singgung pula masalah independensinya Aremania (yang di masa reformasi konon mau diperalat fihak tertentu untuk menggempur mahasiswa, tapi gagal) dibandingkan dengan pola organisasi suporter lainnya. Ini hanya merupakan laporan isi diskusi para suporter di Jakarta, 12 Juli 2000 lalu.

Bab politik praktis menyerbu ke organisasi suporter, menurut saya, bolehlah dicoba. Asal perilakunya santun, bukan tindak anarki, saya kira OK-OK saja. Menurut saya, kelompok suporter itu mirip segenggam pasir di mangkok. Kayaknya bersatu, tapi nyatanya terdiri atas individu-2 yang beragam, yang tidak seragam. Waktu Aremania ikut Kuis Siapa Berani, di Indosiar (saya ikut membela ASSI), di antara wakil Aremania itu di punggung kaosnya kan ada alamat URL-nya AremaniaCyber., bukan ? Ternyata ada sebagian yang menutup data URL itu dengan lakban……….entah kenapa.

Yang saya terus cemaskan, mungkin tak terasa cengkeramannya selama rejim ini, adalah justru masih kentalnya budaya militerisme ; yaitu norma-norma militer yang dipakai dalam komunitas sipil, termasuk suporter. Dalam militerisme kan tak ada dialog, mutlak-mutlakan, semua solusi yang ada hanyalah kekerasan. Merujuk hal ini, yang membuat saya terpesona dengan filosofi yang ditularkan dulu Aremania (perkara tindakannya kini, hal lain ?), adalah niatnya untuk merelatifkan kalah dan menang, pendeknya sportivitas. Bagi saya, inilah pilar dasar demokrasi Jadi menurut saya, politik dalam suporter, Yes ! Militerisme dalam suporter, No ! Berlusconi juga memakai AC Milan untuk mendukung sukses karier politiknya, bukan ? Tapi ya, berpolitik di negara semaju Italia ya belum bisa dibandingkan dengan yang terjadi di negeri kita.

Makasih Sam Totok, atas koreksi anda mengenai nama Ovan Tobing. Saya rada terkicuh dengan nama Ivan “Ultras” Syahrul.

Sekian dulu obrolan balik saya.

Bambang Haryanto




ANDA HERO SUPORTER INDONESIA,
SAYA BANGGA MENGENAL ANDA ! :
TANGGAPAN DARI
AGUNG CHRISNAYANTO,
HARIE PANDIONO,
TOTOK HARTOYO


AGUNG CHRISNAYANTO
(12 Jul 2003)


Salam Mas Bambang,
Salut atas usaha mas Bambang, dan terus terang saya belakangan ini agak "sibuk", karena mempersiapkan deklarasi Arema Korwil Mampang, Jakarta, yang rencananya tanggal 10-Agustus-2003, dan silaturahmi Akbar Arema Jabotabek, yang akan digelar pada tanggal 07-September-2003.
Sekalian ini juga sebagai undangan untuk datang pada acara Deklarasi Arema Mampang itu, kalau ada kesempatan.

Dan sekedar usul, dalm buku mas Bambang coba di analisa, apakah ada unsur sejarah (Sejarah Indoenesia Lama, seperti Majapahit dg. Siliwangi ; Kediri dg.Singosari, Demak dg. Pajang dll) yang mempengaruhi kenapa kelompok supporter Indonesia susah untuk bersatu.
itu aja usul dari aku mas, soalnya saat ini aku juga mencoba melakukan analisa dan "menghubungkan" hal tersebut.

salam,

agung chrisnayanto
Arema Jakarta


Harie Pandiono (1)
(12 Jul 2003)


To :Mas Bambang
From: Sam Harie Pandiono (Aremania Sumbawa)

Ada dua bangga:

1. Saya bangga di panggil Sam, karena panggilan "Sam" baik dari sesama Aremania maupun supporter lain menunjukkan bahwa saya (yang dipanggil) betul2 memahami karakter Aremania dan diakui sebagai ke-Arek-Malang-annya. Terima kasih mohon jangan sampai lewat menuliskan "Sam" dibuku sampean.

2. Saya bangga kenal sampean dan punya saudara seperti anda, saudara tidak harus terlahir satu rahim namun satu jiwa, satu perjuangan satu hati akan lebih kuat dan mengakar sampai ke relung yang paling dalam.

Sudah saya forward email ini ke milis arema-l@yahoogroups.com karena nawak2 (teman2) Aremania harus bangga membacanya.

Dengan BANGGA pula saya jawab pertanyaan sampean:
(4) Sam Harie Pandiono, apakah Anda masih di Mataram, NTB, atau kini sudah naik pangkat dan tinggal di Jakarta ? Gimana, si Ariel, apa sudah bisa bikin bahagia untuk papa dan mamanya ? Salam.

Saya masih tinggal dan NTB, Sumbawa. atau kantor saya di PT Newmont Nusa Tenggara, Jl. Sriwijawa 258, Mataram NTB, apartement saya di Jl. Lr. Neem 356, Townsite, Sumbawa Indonesia. Amin, saya barusan naik pangkat menjadi General Supervisor (GenSup) AP/AR, Banking & Tresury pada 17 Maret 2003. Sebenarnya pusing dan bangga naik pangkat karena saya harus membawa keluarga tinggal di Sumbawa. "Naik pangkat kok pusing ??", bukan pusing karena pekerjaan atau diikuti keluarga tapi pusing dengan bekerja 5 hari dan libur 2 hari waktu yang sangat sempit buat saya untuk bisa terbang nonton pertandingan AREMA di Gajayana Malang. Bangga, karena dipercaya menduduki posisi penting meskipun sibuk dengan memikirkan Arema. Padahal cita2 saya dengan bekerja 10 hari dan libur 4 hari, akan lebih senang sebab bisa ngajari anak saya (Arema Ariel) bagaimana tata cara hidup yang sportif (= demokrasi). si Arema Ariel (panggilannya Arema) sudah bisa ngomong minta "maem", lucu dan bikin geregetan, suaranya keras kalau nangis bikin orang sekampung sewot. Yang lebih penting lagi kalau rewel mau dininabobokan baru bisa bobok setelah dinyanyikan lagu khas Aremania (sejak diperut memang sudah saya nyanyikan lagu ini), lagunya antara lain "Kami ini Aremania, Kami slalu dukung Arema, dimanapun berada kami selalu ada karena kami Aremania", satunya "Bantai lawanmu, di Kandang Singa, Aremania mendukungmu". Nach lagu ini berulang-ulang saya nyanyikan juga dinyanyikan oleh Mamanya, juga kami sering stel VCD Aremania dan albumnya AREMA VOICE sejak di perut hingga sekarang ini.

Beberapa bulan ini saya sedih memikirkan nasib Arema (Arema F.C.) karena ketar-ketir tiap pertandingan menunggu hasilnya, sebab perkiraan saya berat Arema untuk bertahan di Divisi Utama apabila kalah terus. Arema buat saya adalah icon, kalau dimeeting-meeting dengan Manager Nasional dan Expat (Senior Manager dari USA, AUSTRALIA dan negara lain) saya selalu diolok-olok karena prestasi Arema yang sedang jeblok. Kadang ada rasa malu dan sedih namun tetap berusaha tegar dalam menghadapinya.

Salut dan bangga ada buku tentang supporter Indonesia, perlu gebrakan memang untuk mewujudkan impian. Saya ingin membantu memasarkan di NTB kalau diijinkan, mungkin juga akan menjualkan ke teman2 di sini sebab kami jauh dari Kota Informasi karena harus menyeberang ke Mataram untuk membeli buku. Saya yakin dengan nama saya ada dibuku itu pasti teman2 tertarik untuk membelinya, disamping memang isinya patut dibaca oleh insan bola mania demi perkembangan dan kemajuan sepak bola Indonesia. Kalau perlu pas lounching saya datang apabila diberitahu sebelumnya.

Saran saya, cover warnanya dicetak yang menarik terdiri dari segala unsur warna (nach bingung kan), ada baner, foto, bendera, icon2 lain yang membawa klub dan supporter di Indonesia, juga comment dari supporter asing tentang supporter Indonesia. Tujuan dibuat lebih menohok PSSI tentang prestasinya yg memble dan organisasinya yang amburadul, diangkat dengan jelas citra supporter indonesia sebagian besar, dibeberakan pula sebagian kecil yang masih susah diatur. Perlu juga diangkat mafia pengatur pertandingan (sebagai snap shoot).

Kalau perlu bantuan dari saya tentang yang telah saya ketahui mohon dikirim lewat email dalam waktu terbataspun saya lakukan demi Supporter Peace Indonesia.

Selamat dan Sukses, teruskan perjuanganmu !! Damai Supporter Indonesia.


Harie Pandiono (2)
(12 Jul 2003)


Dulurku
Ini juga ada email saya bingung artinya, bisa bantu nggak ya.
Salam satu jiwa

"Nadja Weber@web.de"
wrote:

Hallo,
Jemand hat für Arema eine Livecam-Botschaft in unserem System hinterlegt.
Bitte schauen Sie in unseren Chat und rufen Sie diese dort ab.
Video-Botschaften werden generell 48 Stunden gespeichert.
zur LiveCam-Botschaft


Regards,
Harie Pandiono P.


Totok Hartoyo (1)
(11 Jul 2003)

Sam Bambang,

Pertanyaan untuk saya, saya memang Aremania, korwilnya
Aremaniacyber. Satu kandang sama Sam Zaldy, Sam Harie
Pan, Sam Rudi Per, dll

Kalau tidurnya saya di RS- Jiwa Sumber Porong, lawang,
Kab. Malang. Kerjanya di LSM Pendampingan Masyarakat.
Namanya Yayasan Kaliandra Sejati. Letaknya di Desa
Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kab-Pasuruan. Di lereng
gunung Arjuna.(Kalau Inul Daranista rumahnya di
Japanan, Kecamatan Gempol, Kab Pasuruan LOL )

Jarak dari rumah ke tempat kerja sekitar 45 menit naik
sepeda uduk. Jadi saya tiap hari jadi pelintas batas.

Demikian, saya belum baca dan meresapi keseluruhan
outline buku sampeyan, jadi belum banyak komentar.
Tapi saya usahakan sore ini bisa kirim komentar.

Salam dari Padepokan Arjuna,
Totok Hartoyo


Totok Hartoyo
Subject :Inul Daranista hingga buku
(11 Jul 2003)


Sam Bambang,
Sebelum lupa nama Ivan Tobing dalam bab 8 buku anda,
kalau yang dimaksud adalah “orang yang mampu
mengendalikan masa Aremania” nama sebenarnya adalah
Ovan Tobing. Keturunan Batak yang mulai dari kecil
sudah di Malang.

Karir awalnya sebagai penyiar radio dan suaranya sudah
familiar bagi semua Aremania. Ketika Malang masih
sebagai barometer music rock, hanya ovan tobing yang
mampu mengendalikan masa. Kemampuan verbalnya sangat
bagus dalam mengendalikan emosi aremania.

Mungkin perlu anda masukkan juga perkembangan
kreativitas bersepak bola sebagai permainan (termasuk
olah raga apa bukan yaa) yang paling populer. Kalau
dilihat kenyataannya anak- kecil-kecil tidak pernah
mempermasalahkan jumlah pemain. Ada berapa saja teman
terkumpul ya oke saja. yang penting bisa sama-sama
senang nendang bola, berlari dan berguling-guling di
lapangan (yang kadang makin berlumpur makin senang)

Akhirnya ketika populasi tanah jawa meningkat lapangan
makin mengecil sehingga anak-anak cukup bermain bola
di halaman balai RW saja.

Kalau di Basket ada 3 on 3, saya yakin terjadi bukan
karena keterbatasan lahan. tetapi yang seperti kita
lihat di Pasuruan sepak bola plastik lapangan kecil.
Memang karena lapangan besar yang biasanya tanah
ganjaran atau bengkok desa, sudah di tukar guling oleh
investor . Sehingga hanya bisa main di lapangan
seadanya.

Kalau di desa tempat aku kerja, kejadiannya karena ada
1 faktor lagi, yaitu kontur tanah pegunungan yang
miring sehingga sulit mendapatkan tanah lapang yang
luas. Jadi tanah lapang kecil cukup untuk bermain
bola. Sepak bola plastik lapangan kecil semula
pemainnya 7 orang termasuk kiper. Dirasa terlalu
banyak dikurang menjadi 5 orang termasuk kiper. Luas
lapangan rata-rata seluas lapangan tennis saja.

Soal euforia. Mungkin anda ingat awal memasuki tahun
2003. Listrik, BBM naik harganya. 2 hal ini sangat
berarti untuk mengajak harga sembako ikut naik.
Praktis masyarakat resah.

Ketika masa orde baru, sebelum ada keresahan yang
nampak karena munculnya suatu kebijaksanaan, biasanya
telah dipersipakan terlebih dahulu penyalurannya. Bisa
SDSB, Bisa PORKAS bisa hal-hal lain yang bersifat
lokal.

Kejadian kemarin, kemunculan Inul Daranista yang
seharusnya bisa menyalurkan keresahan masyarakat
ternyata di tekan juga oleh para kyai. Diikuti oleh
Rhoma Irama si Raja Dang dut.( Tergusur ya tergusur
aja, gak pakai membuat gerakan) Kalau gak salah centro
campo si Dick doang sempat pakai inul ( apa bener
demikian, saya gak lihat langsung hanya katanya inul
sempat ngebor di stadion dalam suatu pertandingan)

Suporter sepak bola euforia juga. Potensial sekali
digunakan sebagai alat politis. Memang, para pentolan
suporter sudah benar-benar berikrar untuk tidak
bersentuhan secara langsung dengan dunia politik.
Tetapi secara tidak langsung efek euforia tetap bisa
dijadikan azaz dinamika politik di negeri ini.

Sepintas saya melihat dari outline buku anda, topik
ini belum masuk.

Ada hal kecil yang saya tahu tentang buku. Ketika
penerbit minta draft dalam bentuk hard print saya
pikir lebih bisa disyukuri. Komentar saya, malah sulit
di bajak. Print di kertas hvs warna biru. Jadinya
kalau di fotocopy gak akan bisa. Di scan juga sulit.
kalau dalam bentuk disket, kan mudah saja untuk
digandakan.

Hitungan buku, harga jual adalah 3 x biaya cetak.
Perkiraan saya buku anda dengan (maksimal )1000
halaman biaya cetak ( harga kertas, ongkos cetak,
editing, layout, redaksional) sekitar Rp 15.000,-
(ukuran buku setengah folio, kertas hvs, sampul art
paper 250 gram,15 % halaman full colour/foto) Maka
bisa dipastikan harga jual ( bandrol) yang tercetak di
buku adalah Rp 45.000,-

Hitungan ini karena sekitar 60 % (dari harga Rp
45.000,-) akan habis di distribusi. Toko buku mendapat
sekitar 40% , 10 % biasanya sudah diberikan kepada
pembeli buku sebagai diskon khusus. Seedangkan anda
dan penerbit hanya dapat ( 40 % - 33 % ) sekitar 7 %
saja.

Biasanya penerbit akan memberikan royalti. Hitungannya
sekian rupiah dari jumlah cetak. (orientasi hitungan
tetap seperti diatas) Penulis akan tetap pada pihak
yang tidak enak. Karena hanya penerbit yang tau berapa
jumlah cetak. Biasanya 25 % royalti diberikan di awal,
50 % ketika sudah tercetak, 25 % ketika sudah habis
terjual.

Mungkin sedikit yang saya tahu dan mungkin berguna
bagi anda.

Salam dari Padepokan Arjuna
Totok Hartoyo



ANDA HERO SUPORTER INDONESIA,
SAYA BANGGA MENGENAL ANDA !


Salam damai suporter Indonesia,
Subjek : Anda Hero Suporter Indonesia, Saya Bangga Mengenal Anda !

Moga anda semua senantiasa sehat dan sejahtera. Makasih untuk Sam Rudi atas tegurannya, juga makasih untuk Sam Totok Hartoyo atas ceritanya yang menarik. Sebelum kelupaan, gimana kabarnya Antho The MaczMan di Fakfak yang konon kalau mau mengakses milis ASSI harus terbang (?) dulu ke Biak. (Sorry, Antho, aku engga punya peta Papua, jadi belum bisa membayangkan betapa berat perjuanganmu untuk akses milis ASSI). Belum lagi, bila berminggu-minggu terakhir ini milis ASSi dilanda sepi-sepoi. Moga Antho engga kapok ya ? E-mailmu 1 Juni lalu telah aku terima dengan baik, dan kepalaku diam-diam mungkin bertambah diameternya…..Semoga sukses menjadi “missionaries”, menyebarkan agama “The MaczMan” yang antianarki, terlebih belakangan ini Mattoangin rada bergolak.

Untuk Sam Totok, yang kini jadi Silvio Berlusconi-nya Pasuruan, alias naik pangkat sebagai konglomerat tim sepakbola plastik, rupanya ide serupa juga menyebar. Sesudah tim The Jakmania main di Solo memukul tim Pasoepati, 13 -10, maka beberapa hari berikutnya sepakbola plastik 3 on 3 itu telah berlangsung pula di jalanan, depan rumahku di Wonogiri. Penyelenggaranya, adikku yang cewek, termasuk menyediakan lima hadiah. Yang main ada yang aksinya mirip Mia Hamm, Milene Dominges, atau, Muthia Datau yang istri aktor lama Herman Felani (asal Makassar) dan saya pernah tonton sedang menjadi kiper tim Buana Putri di Stadion Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta di tahun 80-an. Ada kiper cewek lainnya, yang ini terkenal dari Solo, namanya Nina Tanjung. Kini istrinya Akbar “Bulogate II” Tanjung. Pendeknya, yang bertanding di stadion depan rumahku itu ada 12 tim cewek, termasuk ibu-ibu. Ada yang pakai nama Juventus, tapi lawannya Sri Asih….. OK, moga turnamen made in Sam Totok sukses adanya. Ditunggu kabar berikutnya lho…

Kabar lain : saya mau minta ijin kepada semua sobat yang telah menulis di milis kita ini, bahwa ada beberapa tulisan atau komentar Anda yang akan saya kutip dalam (calon) buku saya. Terutama isi diskusi yang dulu dipicu oleh postingnya Benny Hendityas yang akhirnya mampu ikut pula mendorong kompetisi LI jadi satu wilayah. Masih ingat ? Di situ ada hero-hero saya, selain Benny, ada Aldi (komentar Aldi lainnya tentang spanduk “Jadilah Kamu Pemersatu”, juga saya kutip), Dwi Narwanto, Agus Rachmat, Zaldy, Dedi Rosadi, di mana iuran pendapatnya menarik semua.

Hero saya yang lain adalah Sam Rudi sendiri (kalau Anda tak bikin milis ASSI, saya tak bakal punya “lapangan hijau” untuk menulis, dan kini dikumpul-kumpul, ditambah bumbu sana-sini, kok ya akhirnya bisa jadi naskah calon buku !”), lalu Dannie (komentar temennya Oga Sawala bahwa “Aremania lebih hebat dibanding suporter Jepang atau pun Serie A”, juga saya kutip dengan ikut bangga !), Ahmadun dan H. Mulyadi plus Pilus (Ultras), Cecep Nugraha, Sam Ponidi Thembel (kini ia pangkatnya tinngi, yaitu Ketua X – Forum Suporter Jawa Timur), Sam Harie, Ivan Syahrul, Iqbal, Feri Istanto, Yudho Wasono (“Feri, boleh saya tahu tepatnya tanggal Yudho meninggal ? Makasih”), juga Taufik Ismail (“ ini warga Pasoepati Jakarta, asal Wonogiri, yang waktu Kuis Siapa Berani masuk tim ASSI, ia rebut hadiah tape recorder, bulan Mei lalu telah meninggal. Hallo, Pasoejak, bisa kirim info tanggal tepatnya Taufik meninggal, juga dimakamkan di mana tepatnya ?”).

Pertanyaan penting lainnya dan mohon balasan dari yang berkepentingan :

(1) Sam Rudi Permadi, bukankah Anda yang meng-create pertama kali milis ASSI kita ini, bukan ? Ada cerita khusus sebelumnya dan tanggal berapa ia launching ? Kapan putranya lahir ? Apa bisa milih lahir tepat 11 Agustus 2003, tapi moga engga dibarengi datangnya kado meluncurnya Arema menyusul Persema, kan ?
(2) Sam Totok Hartoyo, apakah anda berlabel Aremania yang tinggal di Pasuruan ? Deket kampungnya Inul ?
(3) Dedi Arek Pasisir, Anda itu suporter mana dan apakah kini tinggal di Jakarta ? E-mail anda dullu tentang penulis bola dari Afrika Selatan, masih saya inget.
(3). Sam Zaldy R., apakah Anda Aremania tapi tinggal di Jakarta ?
(4) Sam Harie Pandiono, apakah Anda masih di Mataram, NTB, atau kini sudah naik pangkat dan tinggal di Jakarta ? Gimana, si Ariel, apa sudah bisa bikin bahagia untuk papa dan mamanya ? Salam.
(5) Dwi Narwanto, apakah Anda suporter Persijap, tinggal di Jakarta ? Kalau saya tak salah inget, rasanya dulu juga ada Dwi Narwanto, tetapi Pasoepati Jakarta. Mungkin orang yang berbeda ya…
(6) Berikut, nama-nama yang pernah aktif di milis ASSI. Siapa yang belum terdaftar, atau saya salah tulis data, mohon kirim komplain dan koreksi pada saya. Nama-nama anda, nama kelompok suporter, dan domisili Anda, ingin saya masukkan ke dalam daftar hero di buku saya. Antara lain, Agung Chrisnayanto (Aremania, Jakarta), Agus Rahmat (Viking Jabotabek), Aldys (The Jakmania), Benedictus Hendityas Novi (Slemania), Cahyo Nugroho (Pasoepati, Solo), Dedi Arepas (Jakarta), Dedi Rosadi (The Jakmania, tinggal di Bali), Dwi Narwanto (Persijap), Feri Istanto (Slemania), Harie Pandiono (Aremania, Nusa Tenggara Barat), Julianto Izhak (The MaczMan, tinggal di Fakfak), Totok Hartoyo (Aremania, Pasuruan), Ocha Alim (The MaczMan, Makassar), Zaldy R. (Aremania). Siapa nyusul ?



Saya mohon doa restu Anda semua, moga proyek buku itu lancar. Ada ganjalan, rada bikin gondok plus bingung, karena banyak penerbit Indonesia itu “mendua” dalam menangani naskah dan teknologi informasi. Coba, penerbit itu menerbitkan buku-buku komputer, punya situs web dan punya pula account e-mail, tetapi kalau penulis kirim naskah TIDAK BOLEH/MEREKA TIDAK MENERIMA dalam bentuk bits, digital. Mereka tetep memaksa penulis harus pakai atom, kertas, yang bulky, berat, lamban, makan waktu itu…..

Sekadar mengobrol, bagi-bagi keluhan (he-he) dan wawasan, kalau pakai e-mail paling banter pengiriman naskah saya itu menghabiskan biaya tak sampai 10 ribu. Waktunya paling lama juga 1 jam di warnet.. Tetapi kini, untuk menuruti prosedur penerbit yang kuno tersebut, ya langkah saya harus melalui tahapan : (1) print naskah (naskah saya sekitar 600 halaman, spasi ganda, mau nyaingin disertasi doktor atau bukunya Harry Potter terbaru , he-he… ), (2) fotokopi, dan (3) pengiriman a la snail-mail (pak pos) ; dimana total waktunya bisa 2-3 hari.

Kalau Anda baca bukunya Nicholas Negroponte, Being Digital, “buku teknologi informasi yang pada akhir buku membuat saya jadi menangis karena optimisme yang ia sebarkan”, betapa pergeseran transfer informasi dari atom (kertas/plastik) ke bentuk bits (digital) adalah suatu revolusi, gempa bumi berskala 10,5 skala Richter. Bayangkan 10,5 skala Richter !Tetapi, begitulah, di kalangan penerbit Indonesia, revolusi itu belum mampu menjangkau isi dada dan kepala mereka.

Mereka kalah, he-he, dibanding para suporter sepakbola Indonesia yang sudah terbiasa berdigital-ria, hingga jarak antara Pekanbaru, Fakfak, Pasuruan, Denpasar, Makassar, Jakarta, Bandung dan Wonogiri, dan bahkan Suwon dapat dijangkau dengan kecepatan cahaya, yaitu melalui milis kita ini. Semoga kita masih punya energi untuk terus mengidup-idupkan milis kita ini.


Hero suporter Indonesia lainnya dalam buku saya nantinya termasuk : Arif Irawanto, Aly, Ayek, Choirul Anam, Hendyk Kheteck, Ined Arief, Luthfie, Muhammad Noer W., Roji, Rus, Saiful A., Sam Paiton, Yani, Yanto dan Yuli Sugiarto (Aremania), Ferry Indrasjarief, Faisal Risa dan Sumardan (The Jakmania), Leo Nandang Rukaran, Agus Rahmat dan Eri Hendrian (Viking Jabotabek) dan Adie, Agus “Gigi” Yulianto, Didit Prayudi, Fajar Toto, Panji Kartiko, Ryan Adhianto (Pasoepati Jakarta), juga Mayor Haristanto (Pasoepati Solo). Tidak dapat ditinggalkan peran vitalnya adalah tokoh besar teramat sentral bagi perkembangan suporter sepakbola Indonesia, Sigit Nugroho dan semua wartawan Tabloid Bola. Kesemua saudara saya tadi, tiga tahun yang lalu, 12 Juli 2000, telah bersepakat menjadikan tanggal tersebut sebagai Hari Suporter Nasional. Spiritnya, keinginan untuk sama-sama memberi sesuatu bagi perkembangan sepakbola di negeri kita tercinta.
Moga semangat itu tak bakal padam.

Sekian dulu obrolan ini. Sukses untuk Anda semua. Mohon Sam Rudi, Aldi dan Agus Rachmat, bila berkenan, surat ini bisa Anda sebarkan juga lewat milis Aremania, The Jakmania, Viking, dan lainnya. Makasih berat atas atensi dan bantuan Anda semua yang baik hati.


Sobat Anda,
Bambang Haryanto
Wonogiri, 11 Juli 2003


P.S. Kalau anda penasaran dan ingin mengintip apa kira-kira isi calon buku saya, silakan simak di bawah ini. Kritik, saran, usulan, bila ada, saya tunggu.



Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati :
Kegilaan, Kebodohan, Kerakusan,
Kematian, Kebrutalan, Kebanggaan Sampai
Kegairahan dan Impian Jutaan Suporter Sepakbola
Sebuah Negeri Tanpa Prestasi
(Judul Sementara)

Oleh :
Bambang Haryanto


DAFTAR ISI


Ucapan Terima Kasih

Daftar Isi

Pengantar


1. SUPORTER TERHEBAT DI DUNIA


Telesuporter A la Duta Sangkrah 1

Mantra Dan Glory Night Pasoepati 2

The Great Train Robbery Versi Pasoepati 3

Semalam Menjadi Suporter Sonek 4

Julukan Pemain Pelita Solo 5

Pelita, Kami Patah Hati 6

Protes Topo Bisu Pasoepati 7

Award Pasoepati Diaborsi PSSI 8

Lagu Go West Dan Cinta Pertama 9

Pasoepati Za Mir, Pasoepati Za Druszba 10

Bawa Pulang Alya Rohali ! 11

Puisi Ibunda Pasoepati Untuk Kita Suporter Indonesia 12

Surtato dan Mayor, Berseberangan Sungai 13

Gita Empati Dari Aremania 14

Bantai Vs Banzai : Pasoepati Vs Aremania 15

Perang Pantun Pasoepati-Aremania Di Jakarta 16

Menaklukkan Kota Bonek, Popor Senjata Dan Bunga 16

Buat Apa Solo, Solo Itu Tak Ada Gunanya ! 17

Mel Gibson, Merangkai Cinta Makassar Dan Solo 18

Diplomasi Sticker A La Panser 19

Orang Sleman Warga Pasoepati 20

Membungkam “Bebek Mandi” Slemania 21

Slemania, Kembang Api, Salak Dan Cinta 22

Syal Ultras Memandu Langkah Di Mekah 23

Lagu-Lagu Sepakbola : Osama Pun Dipuja ! 24

Bercermin Kebencian Seorang Suporter Inggris 25

Anda, Suporter Sepakbola Terhebat Di Dunia ! 26


2. PASOEPATI BAYANGAN VS PASOEPATI JIN

Pasoepati dan Dongeng Sup Batu 27

Dari Konimex ke Kentingan :
Menggagas Obat Kuat Bagi Negeri Imajinasi Pasoepati 28

AD/ART Pasoepati : Peluang Atau Ancaman ? 29

Pasoepati Bayangan Vs Pasoepati Jin 30

Skandal Bojo Loro Dan Pasoepati 31

Mayor, Steve Jobs Dan Diktator Pasoepati ! 32

Berang-Berang, Serigala Dan Ikan Pasoepati 33

Rojomolo, Status Quo Dan Revolusi Pasoepati 34

Dongeng Serigala Muda Dan Pasoepati 35


3. DANSA TANGO PASOEPATI DAN MEDIA

Kode Etik FIFA, Kode Etik Pasoepati 36

Pasoepati Butuh Orang Aeng-Aeng 37

Dansa Tango Pasoepati Dan Media 38

Misi Di Balik Judul Tur Pasoepati 39

Jangan Berhenti Mengritisi Pasoepati 40

Anak Tiri ? 41

Bu Kasur, Bu Rolly, Dan Indahnya Kenangan Masa Anak-Anak 42

PERSIS, Pasoepati Dan Ekonomi Atensi 43

Sepakbola Solo, Mau Kemana Lagi ? 44


4. APA PAMRIH TERSELUBUNG ANDA DI PASOEPATI ?

Kiat Mengeruk Untung Dari Pasoepati 45

Etno Ensemble : Sukses Dari Kemelut Konflik Di Pasoepati 46

Pasoepati, Benalu Baru Industri Sepakbola Kita ? 47

Kuatirnya Stuart Bruce Dan Orientasi Baru Suporter Sepakbola 48

Pasoepati, Angsa Emas Kurus, Danau Beracun 49

Kuis Piramida : Apa Pamrih Terselubung Anda di Pasoepati ? 50


5. SEORANG SUPORTER DALAM KONTES IMPIAN

The Power of Dreams : Revolusi Budaya Suporter Sepakbola 51

Riri Riza, Dian Sastro Dan Dansa Suporter Indonesia 52

Mien R. Uno : Pendukung Aremania Atau The Jakmania ? 53

Penyesalan Suporter Diuji Seorang Susy Susanti 54

Memimpikan Glory, Memimpikan Mariko 55

Glory, Gladys, Maria, Dular, Ardian, Junaidi….. 56

Syuting Atau Tidak Syuting ? 57

Reuni Keluarga Honda di Senayan dan Balapan 58


6. KEKERASAN SUPORTER SAMPAI EQ JONGKOK

Kekerasan Suporter, Lemmings Dan Teori Broken Windows 59

Suporter Cash & Carry Dan EQ Jongkok 60

Sonny Corleone dan Gigitan Ular Berbisa 61

Padamu Negeri, Khas Pasoepati 62

The Day Indonesian Football Died 63

Kontroversi Pemberitaan Media Vs Kerusuhan Suporter 64


7. ENTERTAINER YANG TERLILIT UTANG

Suporter Sang Penghibur 65

Suporter Eropa Vs Suporter Indonesia 66

Mendukung Atlet Kita di Atlanta Via Internet 67

Lelucon Toko Antik dan Suporter Yang Terus Berutang 68

Kisah 18 Unta Dan Warna-Warni Cinta Suporter Sepakbola 69

Abdul Kadir Dan Suporter Berasuransi 70

Sang Kancil, Daniel Nivel, Beri Mardias Foundation ? 71

Suporter Merah-Putih, Kreasimu Ditunggu ! 72

Suporter Bunglon, Perlu Atau Tidak Perlu ? 73

A Familiar Stranger Antarsuporter 74

Children Wins Is Everybody Wins 75

Spice Girls Dan Lagu-Lagu Suporter Indonesia 76


8. EAT SUPPORTER, SLEEP SUPPORTER, DREAM SUPPORTER !

Hooligan, Delapan Dosa Suporter Kita Dan Efek Pygmalion 77

Syuting Bareng Ultras Sampai Kata Mutiara Asal Jepang 78

Ivan Tobing, John Lennon, Impian Karier Baru Seorang Suporter 79

Be All You Can Be ! 80

Eat Supporter, Sleep Supporter, Dream Supporter ! 81

Van Gogh, Horse Sense, Kreativitas Suporter Dan Linkin Park 82

Cakrawala Baru Cari Duit Pinter Cara Suporter 83

Negroponte, Arema Dan Museum Pasoepati 84

Sperma Demo, Suporter Menulis, Nasehat Bismar Siregar 85

Piala Tiger Di Solo ? Festival Aeng-Aeng Ada Di Solo ! 86

Antara Cabul, Somnolent, Dan Kapital Intelektual 87

Mbak Ira, Mas Eko, Mark Cuban Dan Suporter Basket Indonesia 88


9. HARI-HARI SEPAKBOLA INDONESIA MATI

Di Padang Ada Roma, Juga Onpas Seerbar-nya Hatta 89

Revolusi Subardi, Bom Benny, Konspirasi Di PSSI ? 90

Ketika Sepakbola Indonesia Hanya Lelucon 91

Satria Wirang, Dukun Dan Prestasi Sepakbola Indonesia 92

Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati 93

Maradona, M. Amien Rais, Utopia Prestasi Sepakbola Indonesia 94

Skandal Schumacher Dan Sepakbola Kita 95

Persebaya – Persipura, 0 – 12 ! 96

Order Burung Phoenix Dan Penghancuran Nama Perserikatan 97

Derita Kadir Dan Playstation 98

Merokok Dan Sepakbola 99

Kanjeng Sunan Stadion Manahan Sampai Ancaman Narkoba 100

PSSI, Jutaan Kera Dan Tuntutan Era Internet 101



Daftar Catatan

Daftar Pustaka

Indeks














Links to this post

Create a Link

"All that I know most surely about morality and obligations I owe to football"



(Albert Camus, 1913-1960)

Salam Kenal Dari Saya


Image hosted by Photobucket.com

Bambang Haryanto



("A lone wolf who loves to blog, to dream and to joke about his imperfect life")

Previous posts

Genre Baru Humor Indonesia

Komedikus Erektus : Dagelan Republik Semangkin Kacau Balau, Buku humor politik karya Bambang Haryanto, terbit 2012. Judul buku : Komedikus Erektus : Dagelan Republik Semangkin Kacau Balau! Pengarang : Bambang Haryanto. Format : 13 x 20,5 cm. ISBN : 978-602-97648-6-4. Jumlah halaman : 219. Harga : Rp 39.000,- Soft cover. Terbit : Februari 2012. Kategori : Humor Politik.

Judul buku : Komedikus Erektus : Dagelan Republik Kacau Balau ! Format: 13 x 20,5 cm. ISBN : 978-602-96413-7-0. Halaman: xxxii + 205. Harga : Rp 39.000,- Soft cover. Terbit : 24 November 2010. Kategori : Humor Politik.

Komentar Dari Pasar

  • “HAHAHA…bukumu apik tenan, mas. Oia, bukumu tak beli 8 buat gift pembicara dan doorprize :-D.” (Widiaji Indonesia, Yogyakarta, 3 Desember 2010 : 21.13.48).
  • “Mas, buku Komedikus Erektus mas Bambang ternyata dijual di TB Gramedia Bogor dgn Rp. 39.000. Saya tahu sekarang saat ngantar Gladys beli buku di Bogor. Salam. Happy. “ (Broto Happy W, Bogor : Kamis, 23/12/2010 : 16.59.35).
  • "Mas BH, klo isu yg baik tak kan mengalahkan isu jahat/korupsi spt Gayus yg dpt hadiah menginap gratis 20 th di htl prodeo.Smg Komedikus Erektus laris manis. Spt yg di Gramedia Pondok Indah Jaksel......banyak yg ngintip isinya (terlihat dari bungkus plastiknya yg mengelupas lebih dari 5 buku). Catatan dibuat 22-12-10." (Bakhuri Jamaluddin, Tangerang : Rabu, 22/12/2010 :21.30.05-via Facebook).
  • “Semoga otakku sesuai standar Sarlito agar segera tertawa ! “ (Bakhuri Jamaluddin, Tangerang : Rabu, 22/12/2010 :14.50.05).
  • “Siang ini aku mau beli buku utk kado istri yg ber-Hari Ibu, eh ketemu buku Bambang Haryanto Dagelan Rep Kacau Balau, tp baru baca hlm 203, sukses utk Anda ! (Bakhuri Jamaluddin, Tangerang : Rabu, 22/12/2010 :14.22.28).
  • “Buku Komedikus Erektusnya sdh aku terima. Keren, mantabz, smg sukses…Insya Allah, suatu saat kita bisa bersama lg di karya yang lain.” (Harris Cinnamon, Jakarta : 15 Desember 2010 : 20.26.46).
  • “Pak Bambang. Saya sudah baca bukunya: luar biasa sekali !!! Saya tidak bisa bayangkan bagaimana kelanjutannya kalau masuk ke camp humor saya ? “ (Danny Septriadi,kolektor buku humor dan kartun manca negara, Jakarta, 11 Desember 2010, 09.25, via email).
  • “Mas, walau sdh tahu berita dari email, hari ini aq beli & baca buku Komedikus Erektus d Gramedia Solo. Selamat, mas ! Turut bangga, smoga ketularan nulis buku. Thx”. (Basnendar Heriprilosadoso, Solo, 9 Desember 2010 : 15.28.41).
  • Terima Kasih Untuk Atensi Anda

    Powered by Blogger
    and Blogger Templates